VAKSIN KOMBINASI

Kelahiran buah hati merupakan saat-saat terindah. Setelah kelahiransi buah hati anda akan disibukan antara lain dengan mengantarnya mendapatkan vaksin dasar. Dibulan pertama si kecil sudah harus mendapatkan vaksin BCG dan Hepatitis B. Pada bulan kedua harus mendapat vaksin polio, DPT dan HiB. selanjutnya buah hati kita yang masih merah itu harus mendaptkan vaksin ulangan seperti DPT, Hepatitis B dan HiB,demikian seterusnya sampai sekitar 2 tahun. Bisa dibayangkan betapa sibuknya anda mengatur waktu antara pekerjaan dan jadwal mengantar imunisasi si buah hati.  Namun kini telah ada jalan keluar untuk kesibukan tersebut dan buah hati anda tidak harus berkali-kali disuntik.

Vaksin Kombinasi

Sejalan dengan perkembangan riset dan teknologi kedolteran, saat ini telah tersedia beberapa macam vaksin kombinasi terbaru untuk bayi. Vaksin kombinasi adalah vaksin yang dapat melindungi bayi dari beberapa penyakit infeksi sekaligus dalam satu kalo dosis suntikan. Kini tersedia vaksin kombinasi yang dapat mencengah 5 penyakit infeksi sekaligus dalam 1kali pemberian atau disebut vaksin 5 in 1. Vaksin ini melindungi bayi dari Difteri, Tetanus, Pertusis, Meningitis yang disebabkan oleh bakteri HiB, dan Polio dalam satu suntukan sekaligus. Vaksin ini dapat mulai diberikan sejak usia 2 bulan, pemberian berikutnya usia 4 bulan dan terakhir usia 6 bulan. Untuk mempertahankan imunitas yang sudah terbentuk hanya dibutuhakan 1 dosis penguat (booster) saat bayi usia 18 bulan. Vaksin 5 in 1 ini menjawab kebutuhan anda untuk mengurangi jumlah suntikan untuk si kecil, dengan jumlah suntikan yang lebih sedikit maka trauma ketakutan yang mungkin dialami bayi akan berkurang dengan sendirinya.

Iklan

APA ITU PNEUMOKOKUS???

Apa sih Pneumokokus? Masih banyak diantara kita yang belum tahu mengapa nama itu sangat berbahaya bagi si kecil kita.

Pnemukokus (streptococus pneumoniae) adalah bakteri yang berbentuk bulat dan terangkai menjadi rantai dan bersifat merusak, yang apabila masuk kedalam sirkulasi darah akibatnya bisa fatal.

Kumpulan penyakitnya disebut IPD (invansive Pneumonia Disease)

Rentetan jenis penyakit pneumokokus seperti radang paru (pneumonia), radang selaput otak ( meningitis) dan infeksi darah (bakteremia).

Diketahui terdapat 90 tipe bakteri pneumokokus, yang masing-masing dibedakan dari lapisan kulit terluarnya.

Kenali Gejala IPD Baca lebih lanjut

Obat Sariawan Untuk Anak

Obat Sariawan
Pasca lebaran kemaren menyisakan sedikit masalah. Adik Lulu tiba-tiba
aja jadi susah makan dan ga mau minum susu. Karena pada waktu itu dokter
spesialis masih “libur” jadi kami coba untuk memberikan
perawatan sendiri. Awalnya saya mengira Lulu hanya flu biasa karena
kecapekan. Sehingga saya berikan actifed, beberapa hari saja bisa mengatasi.
Namun hari berikutnya kembali tidak mau makan dan minum susu. Selalu
minta minum air putih terus. Lalu coba kami beri larutan penyegar, namun
hanya bermanfaat beberapa saat saja.

Pada saat minggu pertama pasca lebaran kami membawanya ke dokter, dan
ternyata ada sariawan di rongga mulut Lulu. Dan dokter meberikan obat
racikan plus Nystin drop. Saya coba mempelajari obat tersebut, dan ternyata
tertera pada obat tersebut Nystin digunakan untuk pengobatan & pencegahan
pada kandidiasis intestinal atau oral.


Dosis:

  • Dewasa 1-2 ml 4 kali sehari.
  • Anak 1 ml 3-4 kali sehari.
  • Bayi baru lahir Profilaksis: 1 ml sekali sehari.
  • Namun dokter akan memberikan dosis sesuai dengan berat badan anak.

    Baca juga:

    Obat Diare Pada Anak

    Sewaktu Ocha diare dokter kami memberikan obat diare kaopectate, setelah kami search n googling ternyata disarankan utk tidak diberikan pada anak dibawah 3 tahun.
    Diare muntah intinya cuma satu, jangan sampai kekurangan cairan alias dehidrasi, yang berakibat fatal adalah dehidrasinya, jadi sebisa mungkin terus masukkan minuman cairan pengganti ion tubuh, oralit, pedialyte, air gula garam, air minum…..
    Obat Diare kaopectate, setidak-tidaknya, mohon banget untuk gak ngasih ke anak dibawah usia 3 tahun. Baca lebih lanjut

    Alkohol dalam Obat Batuk

    Batuk merupakan salah satu penyakit yang cukup sering dialami banyak kalangan. Sehingga batuk diidentikan sebagai reaksi fisiologik yang normal. Batuk terjadi jika saluran pernafasan kemasukan benda-benda asing atau karena produksi lendir yang berlebih. Benda asing yang sering masuk ke dalam saluran pernafasan adalah debu. Gejala sakit tertentu seperti asma dan alergi merupakan salah satu sebab kenapa batuk terjadi. Obat batuk yang beredar di pasaran saat ini cukup beraneka ragam. Baik obat batuk berbahan kimia hingga obat batuk berbahan alami atau herbal. Jenisnya pun bermacam-macam mulai dari sirup, tablet, kapsul hingga serbuk (jamu). Terdapat persamaan pada semua jenis obat batuk tersebut, yaitu sama-sama mengandung bahan aktif yang berfungsi sebagai pereda batuk. Akan tetapi terdapat pula perbedaan, yaitu pada penggunaan bahan campuran/penolong. Salah satu zat yang sering terdapat dalam obat batuk jenis sirup adalah alkohol.

    Temuan di lapangan diketahui bahwa sebagian besar obat batuk sirup mengandung kadar alkohol. Sebagian besar produsen obat batuk baik dari dalam negeri maupun luar negeri menggunakan bahan ini dalam produknya. Beberapa produk memiliki kandungan alkohol lebih dari 1 persen dalam setiap volume kemasannya, seperti Woods�, Vicks Formula 44, OBH Combi, Benadryl, Alphadryl Expectorant, Alerin, Caladryl, Eksedryl, Inadryl hingga Bisolvon.

    Penggunaan alkohol dalam obat batuk merupakan polemik tersendiri, terutama di kalangan umat Islam. Bolehkah alkohol digunakan dalam obat batuk? Apakah sama statusnya dengan alkohol pada minuman keras? Sebenarnya apa sih fungsi alkohol ini? Baca lebih lanjut

    Obat Batuk Alami

    madu obat batuk

    madu obat batuk

    Batuk sering menerpa bayi dan anak-anak. Ibu selalu memberi obat yang manjur untuk meredakan batuk, cukup sederhana yaitu madu. Jika dibandingkan dengan obat batuk berbentuk sirup yang umum dijual dipasaran atau membiarkan anaknya terbatuk-batuk semalaman, madu terbukti lebih baik.

    Satu sendok madu diketahui dapat membantu meredakan batuk anak dimalam hari dan membantu mereka tidur lebih nyenyak, begitu dimuat dalam Archives of Pediatrics and Adolescent Medicine , edisi Desember 2007.

    Madu digunakan diseluruh dunia sebagai pengobatan tradisional untuk batuk, dan merupakan alternatif yang aman dan efektif sebagai obat batuk.

    Ada beberapa alasan madu dapat menyembuhkan batuk : kualitas sirup madu yang manis melegakan tenggorokan, sementara unsur antioksidan madu juga merupakan salah satu faktor pereda batuk. Selain itu, madu memiliki efek antimikroba.

    Tetapi perlu dicatat pula, bahwa madu tidak disarankan untuk bayi berusia di bawah satu tahun, karena risiko langka namun serius yang dapat menyebabkan sejenis keracunan makanan yaitu botulisme. Tetapi untuk anak-anak yang lebih besar, pada umumnya madu cukup aman digunakan. Mengenai dosis penggunaanya sesuai dengan rekomendasi obat batuk biasa :

    • 2-5 tahun : ½ sendok teh,
    • 6-11 tahun : 1 sendok teh,
    • 12 tahun ke atas : 2 sendok teh.

    Baca juga:

    Jambu Mete Obat Sariawan, Radang Tenggorokan

    Jambu mete atau jambu monyet berasal dari brazil, tersebar di daerah tropik dan ditemukan pada ketinggian antara 1-1.200 m dpl. Jambu mete akan berbuah lebih baik di daerah beriklim kering dan curah hujan kurang dari 500 mm per tahun. Tanaman ini dapat tumbuh di segala macam tanah, asalkan jangan ditanah lempung yang pekat dan tergenang air.

    Sifat dan Khasiat
    Kulit kayu berbau lemah, rasanya kelat dan alam kelamaan menimbulkan rasa tebal di lidah. Khasiatnya sebagai pencahar, astringen dan memacu aktivitas enzim pencernaan (alteratif).
    Daun berbau aromatik, rasanya kelat, berkhasiat antiradang dan penurunan kadar glukosa darah (hipoglikemik). Biji berkhasiat sebagai pelembut kulit dan penghilang nyeri (analgesik). Tangkai daun berfungsi sebagai pengelat daan akar berkhasiat sebagai pencahar (laksatif).

    Sebagai Obat Radang Tenggorokan
    Cuci 5 buah semu jambu mete sampai bersih, lalu parut. Tambahkan 4 sendok makan air masak dan 2 sendok makan madu sambil diaduk rata. Peras ramuan tersebut, lalu saring. Gunakan air saringannya untuk berkumur (langsung ditelan), sehari 3 kali, masing-masing 2 sendok makan.

    Sebagai Obat Sariawan
    Cuci segenggam daun muda dan sepotong kulit kayu jambu mete sampai bersih, lalu rebus dalam 1 liter air sampai mendidih (selama 15 menit). Setelah dingin saring dan air saringannya siap untuk diminum. Pengobatan dilakukan sehari 2-3 kali, masing-masing 1 gelas. Air rebusan tersebut juga dapat digunakan untuk berkumur-kumur.

    baca juga: