Tips Melatih Anak Tidur Sendiri

* Kenali Sifat buah hati anda. Ada anak yang memerlukan perubahan secara perlahan ada pula yang menginginkan “reward”.
* Ada pula yang secara perlahan “dijauhkan” dari posisi orang tua tidur, secara bertahap memindahkan posisi tempat tidur anak menjauh dari kamar kedua orang tuanya.
* Berikan pemahaman mengapa anak harus mulai belajar untuk tidur sendiri, misalnya ” sekarang sudah besar dan harus berani tidur sendiri”
*Kenalkan waktu pada anak (pagi, siang, sore dan malam). Pagi hari buka jendela adalah waktu mulai bangun tidur dan beraktivitas. Dan ketika malam kenalkan rutinitas bahwa malam waktunya untuk istirahat dan tidur.
* Kenalkan waktu tidur yang tepat untuk anak, dikhawatirkan jika waktu yang tepat untuk tidur sudah terlewatkan anak akan terjaga sehingga sulit untuk tidur.
* Ciptakan ritual sederhana sebelum tidur, misalnya gosok gigi bersama, berdo’a atau mendongeng.
* Pusatkan kegiatan anak pada siang hari dikamar mereka supaya mereka mencitai kamarnya.
* Buatlah kesepakatan untuk membuat anak merasa nyaman misalnya ditemani dulu sampai mereka tertidur atau pintu kamar dibiarkan terbuka.
* Berikan penghargaan jika anak berhasil tidur sendiri.

disarikan dari sekar 19/09

Perilaku Berbohong Anak

Tujuh tahun yang menentukan perkembangan perilaku berbohong pada anak usia 0-7 tahun:bohong
Usia 2-3 tahun: berbohong tanpa sadar
Anak berbohong tanpa tahu bahwa perilakunya salah, bahkan tidak sadar bahwa orang tahu ia berbohong. Sama sekali tidak perlu dikhawatirkan, tetapi jika merasa terancam anak bisa berbohong “sungguhan’ untuk pertama kalinya.
Usia 4-5 tahun: bohong khayalan
Anak berbohong karena suka berkhayal.Tidak perlu khawatir. Jika merasa terancam, anak mulai bereksperimen dengan kebohongannya,( semakin imajinatif) untuk menghindari konsekuensi yang tidak enak.
Usia 6-7 tahun : Bohong Bertujuan
Anak berbohong untuk macam-macam tujuan, menghindari hukuman, meningkatkan power dan sense of control di mata teman-teman (termasuk membual dan bebuat curang untuk menang) mengatasi frustasi atau mencari perhatian, juga untuk menyakiti perasaan orang atau melindungi orang ( kebohongan proposial) Kebohongan semacam ini yang perlu dikurangi sedikit demi sedikit agar tidak menjadi kebiasaan.(kutipan PG)

NASEHAT YANG PENTING DALAM MENDIDIK ANAK

Anak merupakan amanat di pundak kedua orang tuanya , belahan hatinya yang suci, mutiara paling berharga yang masih netral dan belum berbentuk.Oleh karena itu dia siap untuk dibentuk dan dibawa kemanapun dia akan dibawa. Jika dia dibiasakan dan diajari hal-hal yang baik, maka InsyaAllah dia akan tumbuh dengan baik dan tentu akan menjadi orang yang bahagia di dunia dan akhirat.

Allah berfirman :

“ Hai orang-orang yang beriman, peliharalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka “ ( At – Tahrim : 6 )

Wahai Orang Tua ! Berikut beberapa nasehat yang penting dalam mendidik anak, mudah-mudahan bisa mengantarkan anak-anak kita menjadi anak-anak yang sholeh dan sholehah.

1.Curahkanlah usahamu dalam mendidik anak yang tertua, agar dia bisa menjadi panutan bagi adik-adiknya. Sesekali waktu berilah dia kesempatan untuk mengawasi keluarga, dengan harapan dia merasa memiliki tanggung jawab dan sekaligus untuk membinanya.

2.Janganlah engkau membiarkan anak-anakmu saling memasang jarak, sehingga membuatmu kesulitan untuk mengetahui pemikiran dan akhlak mereka. Dengan kedudukanmu sebagai bapak dan pendidik mereka yang pertama, engkau harus mengetahui segala sesuatu yang ada pada diri mereka, sehingga engkau bisa memberikan solusi yang tepat dari kesulitan yang dihadapi.

3. Jika anak-anakmu meminta sesuatu yang belum bisa dipenuhi, maka perintahkanlah agar dia bersabar dan sampaikan pula manfaat sabar, agar dia terbiasa sabar.

4. Biasakanlah anak-anakmu menghormati yang lebih tua dan menyayangi yang muda, mencintai orang-orang miskin, menyeru kepada kebaikan, buatlah mereka lebih memprioritaskan amar ma’ruf nahi munkar.

5. Jika engkau memberikan sesuatu yang menggembirakan anak-anakmu, maka mintalah agar mereka mendoakan surga dan keselamatan dari neraka, agar mereka mengerti bahwa di sana surga yang diminta dan neraka yang harus dijauhi.

6. Buatlah dirimu dan anak-anakmu agar memberikan perhatian yang besar terhadap Al-Qur’an, karena Al-Qur’an adalah Kalam Allah yang yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW bagi semua manusia agar kita membaca, mempelajari, mengajarkan, mengagungkan, memuliakan dan mengamalkannya.

7. Jauhkanlah anak-anakmu dari pemborosan dan biasakanlah mereka hidup ekonomis. Dengan kata lain, ekonomis adalah jalan tengah antara kikir dan boros. Allah telah memerintahkan bersikap ekonomis dan melarang pemborosan serta kikir.

FirmanNya:

“ Dan, janganlah kalian jadikan tangan kalian terbelenggu pada leher kalian dan janganlah kalian terlalu mengulurkannya karena itu kalian menjadi tercela dan menyesal “ ( Al-Isra : 29)

8. Janganlah engkau membuat anak-anakmu menyukai perhiasan, kecuali sebatas yang disyariatkan dan tidak menjurus kepada gaya hidup mewah, yang akhirnya hanya akan membuang-buang waktu untuk itu setelah dia dewasa. Sebab siapa yang berlatih dengan sesuatu, maka dia akan tumbuh terbiasa dengan sesuatu itu.

9. Janganlah engkau berdoa bagi anak-anakmu kecuali berupa kebaikan dan petunjuk. Sebab doa orang tua bagi anaknya dikabulkan, dan katakanlah seperti yang dikatakan bapak kita Ibrahim AS :

“ Ya Rabbku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat “

( Ibrahim : 39 )

10. Jangan meremehkan sikap anak-anakmu jika mereka membangkang perintahmu, kecuali mereka mengajukan alasan. Jika anakmu masih kecil janganlah memaksakan alasannya. Setelah itu tegaskan agar mereka tidak mengulanginya lagi.

11. Janganlah terlalu bersikap keras terhadap anak-anakmu, kecuali jika ada pelanggaran terhadap hukum-hukum Allah . Janganlah terlalu sering memukul karena dengan tindakanmu itu berarti engkau mendidik mereka seperti itu.

12. Jika anak menghindarimu karena takut kepadamu, janganlah engkau lalai untuk tetap melindunginya.

13. Janganlah engkau banyak mengumpat dan melaknat mereka, sehingga merekapun juga terbiasa, dan akhirnya mereka menjadi rusak. Dan engkau harus memberi penjelasan secara halus tetapi tegas.

14. Janganlah engkau memberikan uang dalam jumlah yang banyak, sebab hal itu jauh lebih membahayakan dirinya daripada memberinya manfaat.

15. Anak suka menonjolkan diri diantara teman-temannya, maka engkau harus menjadikan penonjolan itu dalam urusan agama dan akhlak. Usahakan agar engkau selalu shalat berjama’ah.

16. Tunjukkan rasa kasih sayang, cinta dan perhatian terhadap urusannya, buatlah dia merasa bisa melepaskan diri dari kebodohan menuju kepintaran, dari kekanak-kanakan menuju kedewasaan, dan berikan pujian atas akhlak dan kebaikan yang dilakukannya.

17. Jangan bosan memerintah anak-anakmu kepada kebaikan dan melarang dari keburukan, berusahalah dan lakukanlah terus menerus, jangan putus asa.

Akhirnya , carilah makanan yang baik bagimu dan bagi anak-anakmu serta keluargamu, mohonlah pertolongan kepada Allah, carilah keridhaan-Nya tatkala engkau bekerja, berbaik sangkalah kepada-Nya dan berjihadlah di jalan-Nya.

Firman Allah :

“Dan, orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan Kami. Dan, sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik “ (Al-Ankabut : 69 )


aaaaaaaaaaa semoga bermanfaat aaaaaaaaa

Susu Sapi dan Gandum Bersifat Morfin bagi Penyandang Autis

Susu sapi dan gandum bagi penyandang autis (autism spectrum disorders/ASD) tertentu bersifat morfin. Pasalnya, protein susu sapi (kasein) dan protein gandum (gluten) membentuk kaseomorfin dan gluteomorfin, sehingga terjadi gangguan perilaku seperti hiperaktif.

Baca lebih lanjut

MENGAPA ANAK SUSAH MAKAN

Batita yang mogok/susah makan kerap membuat orang tua kehabisan akal. Segala cara sudah dicoba, tetapi yang ditemui justru jalan buntu. Sebenarnya apa sih dalang dari masalah makan pada anak??

Menjelaskan fenomena anak susah makan bisa dibilang gampang-gampang susah. “Ah mungkin sedang masanya” atau ”lagi bosan dengan menunya kali…”

Menginjak usia batita semangat bereksplorasi si kecil meningkat, seringkali makan menjadi aktivitas kurang menyenangkan dibanding bermain. Coba terapkan pola rutin, ada waktu bermain, ada waktu makan, ada pula waktu tidur.

Sayangnya tak semua masalah kesulitan makan sesederhana itu, jika jurus praktis untuk menghadapi aksi mogok makan si kecil menemui jalan buntu, kemungkinan besar ada penyebab medis dari kondisi ini. Biang keladi yang sering ditemui adalah hilangnya napsu makan akibat gangguan pencernaan. Amatilah keseharian si kecil, apakah sering mengalami :

  • Perut kembung
  • Cegukan
  • Sering buang angin
  • Muntah atau mual bila disuapin makanan
  • Nyeri perut sesaat yang hilang timbul

Ini kerap disertai gangguan perilaku seperti aktif berlebihan, gangguan tidur malam dan gangguan konsentrasi. Tak jarang terdapat gangguan kesehatan gigi, sariawan dan gusi berdarah. Baca lebih lanjut

Tidak Semua Orang Berhari Raya

-Hari raya-
Berhari raya bukanlah bagi orang yang berpakaian serbabaru. Namun, berhari raya adalah bagi orang yang taatnya bertambah. Demikian orang bijak pernah berpesan agar kita tidak salah dalam memaknai Idul Fitri yang tampaknya belum seluruhnya dipahami kita, umat Islam di negeri ini.

Lebaran memang tidak perlu berbaju baru, Lebaran memang tidak perlu punya makanan ini dan itu. Namun, tradisi di Tanah Air kita sudah telanjur membudaya bahwa Lebaran harus dihiasi dengan keceriaan, sukacita, dan baju baru apalagi buat anak kecil. Belum lagi hiruk-pikuknya suasana mudik.

Hal tersebut begitu terasa sejak awal Ramadan. Toko-toko busana, mal, dan tempat-tempat perbelanjaan dari yang kelas emperan sampai yang megah dan mewah terlihat penuh dan sesak oleh mereka yang belanja. Tidak ada salahnya sih… semangat menyambut hari kemenanganlah yang membuat kita begitu gembira menyongsong hari raya.

Tidak salah juga bila kita menyenangkan hati anak-anak, tapi semangat itu kalau bisa harus dibarengi dengan semangat berbagi. Bahwa kesukacitaan itu tidak boleh milik kita semata. Bahwa kegembiraan itu tidak boleh hanya kita yang merasakan.

Mari kita buka mata dan hati kita.Ajaklah untuk melihat ke sekeliling kita, ternyata tidak semua orang berlebaran, tidak semua orang bersukacita, tidak semua anak kecil bergembira menyambut hari raya lantaran tidak ada yang bisa dimakan, tidak ada yang bisa dipakai, tidak ada yang bisa dibanggakan di hadapan teman sebaya, semua hari terasa sama bagi mereka, tidak ada yang berbeda. Baca lebih lanjut

8 Tahun Perkawinan Kami


Tepatnya tanggal 22 September 2000 kami menikah, dan hari ini tepat 8 tahun usia pernikahan kami.

Untuk Suamiku
Pernikahan atau perkawinan,
Menyingkap tabir rahasia.
Istri yang kamu nikahi,
Tidaklah semulia khadijah,
Tidaklah setaqwa Aisyah,
Pun tidak setabah Fatimah,
Apalagi secantik Zulaikha.

Justru Istrimu hanyalah wanita akhir jaman,
Yang punya cita-cita,Menjadi Sholehah….
Pernikahan atau perkawinan,
Mengajar kita kewajiban bersama,
Istri menjadi tanah, Kamu langit penaungnya,
Istri ladang tanaman, Kamu pemagarnya,
Istri kiasan ternakan, Kamu gembalanya,
Istri adalah murid, Kamu mursyidnya,
Istri bagaikan anak kecil, Kamu tempat bermanjanya. Baca lebih lanjut