Perilaku Berbohong Anak

Tujuh tahun yang menentukan perkembangan perilaku berbohong pada anak usia 0-7 tahun:bohong
Usia 2-3 tahun: berbohong tanpa sadar
Anak berbohong tanpa tahu bahwa perilakunya salah, bahkan tidak sadar bahwa orang tahu ia berbohong. Sama sekali tidak perlu dikhawatirkan, tetapi jika merasa terancam anak bisa berbohong “sungguhan’ untuk pertama kalinya.
Usia 4-5 tahun: bohong khayalan
Anak berbohong karena suka berkhayal.Tidak perlu khawatir. Jika merasa terancam, anak mulai bereksperimen dengan kebohongannya,( semakin imajinatif) untuk menghindari konsekuensi yang tidak enak.
Usia 6-7 tahun : Bohong Bertujuan
Anak berbohong untuk macam-macam tujuan, menghindari hukuman, meningkatkan power dan sense of control di mata teman-teman (termasuk membual dan bebuat curang untuk menang) mengatasi frustasi atau mencari perhatian, juga untuk menyakiti perasaan orang atau melindungi orang ( kebohongan proposial) Kebohongan semacam ini yang perlu dikurangi sedikit demi sedikit agar tidak menjadi kebiasaan.(kutipan PG)

5 Tanggapan

  1. Sejak dini kita sudah harus melatih anak-anak kita untuk tidak berbohong, dan kalupun dia telah berbohong kita harus sampaikan konsekuensinya.
    Lihat Titus 1 : 2 “Allah tidak dapat berdusta…”

    Kalau Pencipta kita saja tidak dapat melakukan dusta…, masakan kita umatnya mau berdusta…..!!! Juga ingat bapak dusta adalah Setan si Iblis…….penyebab dosa dan kematian umat manusia.

  2. saya sangat setuju dengan Meiyanto P. bahwa dari kecil kita harus mengajarkan dan menanamkan kejujuran pada anak, tapi bagaimana cara orang tua untuk mengatasi anak yg mulai berbohong tanpa harus menggunakan kekerasan!!!!

  3. untuk mencegah anak bertindak bohong, orang tua sebagai role model jangan pernah mengajarkannya berbohong.
    contohnya, seorang ibu sedang malas bertemu dengan tamu. kemudian ia menyuruh anaknya bilang bahwa “ibu sedang tidak di rumah”. padahal ada didalam. hal itu juga akan menciptakan pandangan pada anak, bahwa ibu saja boleh berbohong knp saya tidak

  4. saya setuju dengan nisa,
    anak cenderung untuk mengamati perilaku orang-orang disekitarnyam sehingga jika orang tua berbohong, maka anak pun akan mengira bahwa berbohong itu tidak apa-apa.
    namun, tidak hanya orang tuanya saja yg harus demikian, semua orang dilingkungannya pun tidak boleh berbohong, termasuk teman sebayanya.
    maka sebaiknya orang tua juga perlu memperhatikan siapa teman dekat anak.

  5. by jabon

    anak harus di aarin supaya gak bohong

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s