Imunisasi Tetanus & HPV, Wajib Bagi Calon Ibu

VAKSINASI TT (Tetanus Toxoid) sudah jamak diberikan kepada calon pengantin wanita. Selain TT, sebaiknya diberikan juga vaksinasi HPV (Human Papiloma Virus) kepada calon Moms untuk mencegah terjadinya kanker serviks (mulut rahim) yang bisa memengaruhi tumbuh kembang janin, juga mengancam jiwanya.

Menurut dr Sintha Utami, SpOG, Spesialis Kebidanan dan Kandungan RS Bunda Margonda Depok, tetanus disebabkan oleh toksin yang diproduksi oleh bakteri yang disebut clostridium tetani.

Tetanus juga bisa menyerang pada bayi (tetanus neonatrum) yang ditularkan melalui ibunya yang memang terinfeksi tetanus atau pada saat persalinan. Tetanus merupakan penyebab utama kematian bayi di Indonesia.

Sayangnya, masih banyak calon ibu di masyarakat kita –terutama yang tinggal di daerah-daerah terpencil– berada dalam kondisi yang bisa dibilang masih “jauh” dari kondisi steril saat persalinan. Hal ini lah yang bisa menimbulkan risiko Moms maupun bayinya terkena tetanus.

Lebih lanjut dr Sintha memaparkan, bila ibu hamil terpapar oleh bakteri atau spora tersebut, maka si ibu berisiko terinfeksi. Infeksi juga bisa diperoleh dari pusar bayi baru lahir. Pasalnya, bakteri ini tumbuh melalui luka dan biasanya terjadi saat proses pemotongan tali pusat yang menggunakan alat-alat seperti gunting atau pisau yang tidak steril.

Para ibu yang sudah menerima vaksin selama masa kehamilan, sudah memberikan perlindungan untuk bayinya yang tentu saja akan mengurangi risiko terkena tetanus. Perlindungan tersebut cukup untuk masa dua bulan setelah kelahiran di mana bayi akan mendapat imunisasi kombinasi –sebagai bagian dari program rutin imunisasi pemerintah– untuk mencegah difteri, batuk, dan tetanus setelahnya.

Peran Vaksinasi HPV

Virus HPV (Human Papilloma Virus), terang dr Sintha, merupakan penyebab Penyakit Menular Seksual (PMS) yang dihubungkan dengan kondiloma akuminata (kutil kelamin). Virus ini juga berkaitan erat dengan kanker serviks, karena pada 95 persen penderitanya mengandung DNA virus ini.

Kanker serviks (cervical cancer) adalah kanker yang terjadi pada area leher rahim atau serviks. Kanker serviks cenderung muncul pada perempuan berusia 35-55 tahun, dapat pula muncul pada perempuan yang usianya lebih muda. Virus ini dapat ditularkan melalui hubungan seksual, apalagi yang sering bergonta-ganti pasangan. Pada ibu yang tertular virus HPV, dapat pula ditularkan kepada bayinya saat persalinan.

Hingga saat ini belum ada pengobatan langsung untuk infeksi HPV, sambung dr Sintha, namun sistem kekebalan tubuh dapat mencegah terjadinya infeksi HPV. Oleh karena itu, vaksinasi HPV sangat dianjurkan mulai pada anak berusia 9-12 tahun, karena pada usia itu sistem kekebalan tubuhnya sangat baik.

Dilarang Bagi Ibu Hamil

Meski penting, namun sayang, ibu hamil tidak boleh melakukan vaksinasi HPV. Menurut dr Sintha, vaksin HPV diberikan pada seorang wanita sebelum ia hamil. Pemberian vaksin ini dilakukan sebanyak tiga kali, dengan jarak pemberian (interval) 0, 1, dan 6 bulan.

Namun jika seorang wanita telah mendapat vaksinasi pertama sebelum hamil, kemudian diketahui hamil, maka pemberian vaksin selanjutnya diberikan setelah bayi lahir. Begitu saran dr Sintha.

Belum didapat data hasil penelitian yang memadai untuk keamanan pemberian vaksinasi HPV pada ibu hamil, namun diketahui aman diberikan pada ibu menyusui. Untuk amannya, bila Anda ingin diberi vaksinasi HPV, maka konsultasikan terlebih dulu kepada dokter yang bersangkutan kapan waktu yang tepat.(Mom& Kiddie//nsa)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s