Imunisasi adalah halal, termasuk Imunisasi Polio

Banyak sekali perdebatan mengenai hukum dari imunisasi terutama mengenai imunisasi polio. Telah kita ketahui bersama bahwa dalam imunisasi polio menggunakan vaksin yang dalam proses pembuatannya menggunakan enzim yang mengandung porcine (babi). Memang semua hal yang mengandung sesuatu yang najis itu adalah haram.  Lantas mengapa Imunisasi Polio tersebut halal ?

Sebelumnya yang menjadi bahan rujukan saya tentu saja dari sumber resmi yang berwenang dalam hal pemberian imunisasi yaitu Departemen kesehatan dan Majelis Ulama Indonesia. Ada dua hal penting yang digunakan sebagai landasan atau dasar pemberian imunisasi polio:

  1. Vaksinasi polio ini sangat penting agar anak-anak kita tidak tertular virus polio. Virus ini cukup berbahaya. Jika anak terkena sulit untuk diobati. Anak bangsa, khususnya Balita, perlu diupayakan agar terhindar dari penyakit Polio, antara lain melalui pemberian vaksin imunisasi.
  2. Vaksin khusus tersebut (IPV) dalam proses pembuatannya menggunakan enzim yang berasal dari porcine (babi), namun dalam hasil akhir tidak terdeteksi unsur babi, dan belum ditemukan IPV jenis lain yang dapat menggantikan vaksin tersebut.

Sehingga Departemen Kesehatan perlu mendapatkan fatwa dari MUI untuk menentukan apakah imunisasi polio tersebut halal atau haram. Dan sudah sangat jelas MUI telah mengeluarkan fatwa bahwa imunisasi polio tersebut adalah halal. Itu adalah fatwa menurut MUI, sehingga apabila beberapa orang ada yang berpandangan lain tentu sah-sah saja, namun sebaiknya tidak memprovokasi. Kebebasan memilih tentu merupakan hak setiap orang tua apakah anaknya akan diimunisasi atau tidak.

Jika anda merasa yakin anak anda sehat tentu imunisasi polio hanya sebuah pilihan dan bukan merupakan kewajiban. Tapi jika anda “awam” tentang pengetahuan mengenai kesehatan buah hati anda, maka imunisasi adalah suatu kewajiban. Bukankah dianjurkan untuk menyerahkan sesuatu hal pada “ahlinya”. Muhammad SAW berkata, “Jangan serahkan suatu pekerjaan pada yang bukan ahlinya. Bila dikerjakan oleh yang bukan ahlinya, maka tunggu kehancurannya“. Pada kasus ini tidak salah bila kita bersandar pada Depkes dan MUI.

Tulisan ini juga sekaligus menjawab pertanyaan saudara Muhamad Jabir di Imunisasi Hepatitis B

Baca juga:

Imunisasi yang diwajibkan:

  1. Imunisasi BCG Untuk Mencegah TB (Tuberkulosis)
  2. Imunisasi Hepatitis B
  3. Imunisasi Polio
  4. Imunisasi DTP
  5. Imunisasi Campak

Artikel lain:

Satu Tanggapan

  1. Wahhh … baru tau nih …
    Thanks infonya …….😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s