Mengajarkan Anak Mandiri

Mengajarkan anak mandiri. Bagaimana cara mengajarkan anak mandiri dengan atran dalam keluarga dan masyarakat? Pertama,ada proses pengajaran secara bertahap sesuai dengan usianya. Tahapan mengajarkan mana yang boleh danmana yang tidak seharusnya sudah dilakukan saat anak berusia dibawah 5 tahun. Di usia 5 tahun anak sudah tahu bahwa ia tidak boleh berbohong, mengambil mainan orang lain, misalnya. Di usia 9 tahun, anak sudah tidak lagi disosialisasikan ini boleh atau tidak sebagaimana balita. Namun proses mengingatkan tetap terus berlangsung.

Kedua, teladan. Anak melihat sikap teladan orang tua. Berikanlah kalimat-kalimat yang baik. Di usia 0-5 tahun anak akan menyimpan jejak memori yang dilihat dari lingkungan terdekat. Orang tua agar selalu berhati-hati dengan modelling yang didapat anak dari media, seperti adegan TV yang memberikan contoh buruk.

Selain itu, ada dua kesaahan orang tua modern saat ini yang menjadi penyebab adanya kesalahan pada pola asuh. Pertama, banyak orang tua yang tidak pernah mentrenasfer nilai-nilai agama kepada anaknya melalui teladan tingkah laku maupun kata-kata. Kesalahan ini terjadi karena pengetahuan agama yang minim. kedua, orang tua tidak pernah bercerita dan bermain, serta bernyanyi dengan anak. Padahal, kegiatan ini sangat baik untuk mendekatkan diri dengan anak-anak dan anak juga merasa nyaman bersama orang tuanya. Melaui kegiatan bersama itu orang tua bisa mentranfer nilai-nilai dan aturan dengan cara yang menyenangkan. Karena kesalahan ini, banyakj anak yang tidak bisa berkonsentrasi, tidak disiplin, tidak mandiri, dan acap berkata kasar.

2 Tanggapan

  1. Pola asuh memang sangat menentukan tumbuh kembang anak. Anak kita mau jadi merah, kuning,hijau atau hitam sekalipun…semua tergantung dari bagaimana cara kita mengasuh dan mendidik mereka. Apalagi bagi orangtua yang dua-duanya bekerja, tentu tidak mudah untuk bisa selalu berdekatan dengan anak dan mengawasi mereka selama 24 jam penuh.

    Kekhawatiran pasti selalu ada ketika anak-anak tidak sedang dalam pengawawasan kita. Untuk itu kualitas ketika sedang berdekatan dengan anak harus selalu dikedepankan.Pada saat itulah kita bisa mentransfrer nilai, aturan, norma dan ajaran agama kepada anak-anak kita. Bagaimanapun anak adalah permata yang tak ternilai bagi orang tua. Sudah menjadi kewajiban kita untuk menjadikan mereka mutiara yang bercahaya bagi semua orang di sekitarnya dan lingkungannya.

    By the way, kapan nih seminar hasilnya? Seminar hasil sih gampang, yang penting STUDIOnya …he..he..

  2. wah bagus sekali nih beritanya tentang anak saya, sebagai bapak kebanyakannya mencari nafkah untuk keluarga, Bu tolong solusinya buat saya ini nih anak saya kan Umurnya sudah 3,4 bulan tapi dia blum dapat bercerita tolong, kalo bilang mama,papa,opa udah bisa tapi kayaknya kami sebagai ortu sudah kurang akal, saya sama istri sudah mengajarkan sama sih anak bercakap-cakap tapi selama ini si anak kayaknya susah untuk menangkap dia malah mengalihkan ortu kepermainannya Tolong Bu solusinya Gmana soalnya selama ini saya kami sebagai ortu kami pingin tau solusinya baik melalui dunia maya maupun ke orang berpengalaman, tolong sarannya Bu Kirim aja ke email saya ramonwal@gmail.com or ray_03ac@yahoo.co.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s