Alergi Susu Sapi, Hindari Penyebabnya

Alergi susu sapi. Pada prinsipnya alergi dapat disebabkan oleh dua faktor yaitu genetika dan lingkungan. Anak yang punya faktok genetik atau keturunan alergi, tidak alergi kalau tidak bertemu dengan faktor lingkungan. Sebaliknya, jika lingkungan penuh zat-zat alergi, anak tidak alergi kalau tidak ada faktor genetik.

Alergi bisa terjadi karena makanan, infeksi atau faktor lingkungan. Semua makanan, pada prinsipnya, dapat menjadi penyebab alergi, hanya derajatnya berbeda. Ada yang hiperalergenic (mudah membuat alergi) dan ada yang hipoalergenic (jarang membuat alergi). Contoh makanan hiperallergenic, antara lain , kacang tanah, susu sapi, telur, dan seafood. Ada beberapa makanan yang harus dipantang seumur hidup, misalnya seafood. Tapi ada pula yang hanya dipantang untuk beberapa saat, seperti alergi susu sapi. Alergi susu sapi biasanya terjadi karena saluran pencernaan anak belum sempurna fungsinya, sehingga protein susu sapi belum dapat dipecah dengan baik dalam tubuh. Sejalan dengan bertambahnya usia anak, dan dengan semakin matangnya fungsi pencernaannya, pada usia sekitar 2 – 3 tahun, susu sapi dapat dicerna dengan baik.

Pada anak penderita alergi, atau punya bakat alergi (atopik), sistem kekebalan tubuh tidak berjalan baik, karena hipersensitivitas (reaksi tubuh berlebihan). Reaksi alergi pada anak dapat terkena pada semua organ, seperti kulit (biduran, eksim), mata (gatal, merah), saluran cerna (diare), saluran napas (pilek, asma), dan sistem saraf (pening-pening, migren).

Pengalaman anak pertama kami adalah seringnya diare dan muntah2, pada saat itu kami tidak mengira jika sakitnya itu karena alergi susu sapi. Ketika diperiksakan ke dokterpun hanya diberi obat untuk diare dan anti mual. Keadaan ini berlangsung sampai usia satu tahun. Akhirnya kami memutuskan untuk memeriksakan ke dokter lain di surabaya. Saran dokter saat itu adalah cek lab. total, photo thorax dan tes alergi, karena saat itu anak kami juga sering batuk2.

Hasil lab. menunjukkan bahwa anak kami alergi susu sapi dengan hasil tersebut kami semakin mudah untuk mengatasinya karena sudah mengetahui penyebab penyakitnya.

Langkah pertama tentu saja mencari susu lain selain susu sapi, selain itu juga kami menghindari makanan atau jajan yang mengandung protein susu. Sehingga sampai sekarang (usia 6 th) dia terbiasa atau suka dengan makanan/jajan tradisional.

Awalnya kita memilih susu soya formula yang banyak beredar di pasaran, meski harganya mahal tapi kami tetap berusaha untuk mencukupinya. Masalahnya ketika anak kedua kami lahir dan ternyata ada kemungkinan juga terkena alergi susu sapi. Kami lantas mencoba untuk mencari susu soya lain, sampai akhirnya menemukan susu soya produksi melilea, alasan kami saat itu selain harga juga karena susu soya melilea merupakan susu organik yang bebas dari campuran zat kimia.

Baca juga:

2 Tanggapan

  1. artikelnya menarik…

  2. […] karena susu soya melilea merupakan susu organik yang bebas dari campuran zat kimia. Sumber : Alergi Susu Sapi, Hindari Penyebabnya keluarga kediri-imunisasi anak-susu kedelai/soya […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s