Imunisasi, Terbukti Aman

Masih sering dijumpai orang tua yang menunda bahkan menolak imunisasi. Umumnya lantaran masih ragu terhadap keamanan imunisasi. Hal ini bisa dimengerti karena informasi yang tersebar mengenai dugaan efek samping imunisasi. Salah satu yang paling santer adalah berita anak sakit atau bahkan meninggal setelah mendapatkan vaksin polio. Belum lagi kecurigaan imunisasi menyebabkan autisma.

Memang, imunisasi menyebabkan KIPI atau Keadian Ikutan Pasca imunisasi, yakni semua kejadian sakit dan kematian yang terjadi dalam kurun waktu 1 bulan setelah imunisasi. Pada keadaan tertentu, lama pengamatan dapat mencapai 42 hari atau bahkan 6 bulan. Namun sebagian besar KIPI hanya ringan dan akan mereda sendiri. Bahwa reaksi lain yang berat dan tak terduga juga ada, akan tetapi amat jarang terjadi.

Yang pasti, vaksin secara umum sudah terbukti aman. Tingkat perlindungan yang diberikan jauh lebih besar ketimbang efek samping yangmungkin timbul. Efek samping imunisasi juga lebih ringan ketimbang efekbila anak tak diimunisasi. Begitupun tuduhan sebagai penyebab autisma, juga tak terbukti. Jadi,tak ada alasan untuk menolak pemberian vaksin selama si kecil dalam kondisi sehat, pertumbuhannya baik, dan tidak memiliki riwayat alergi imunisasi.

Imunisasi yang diwajibkan
Meski penting, namun pemerintah tak mewajibkan semua jenis imunisasi. Hanya ada 5 jenis imunisasi yang wajib diberikan kepada anak yaitu imunisasi BCG (Bacillus Calmette-Guerin), hepatitis B, DTP (Difteri Tetanus Pertusis), Polio, dan campak. Sedangkan imunisasi yang lain sifatnya hanya dianjurkan. Bukan benyakit yang hendap dicekalnya tergolong tak berbahaya, melainkan karena harganya yang relatif mahal dan tak terjangkau oleh banyak keluarga di Indonesia.

Baik imunisasi yang diwajibkan maupun yang dianjurkan, ada beberapa yang perlu diulang (booster) agar responnya sesuai harapan. Kalau pengulangan imunisasi tak dilakukan, daya tahan tubuh jadi tak terlalu baik sehingga imunisasipun kurang berhasil. Jangan khawatir anak kelebihan imunisasi, tidak ada istilah overdosis dalam imunisasi sebagaimana kalau kelebihan obat. Justru daya tahan anak akan terpacu lagi dan meningkat. Jadi kalau ayah ibu lupa apakah bayinya sudah diimunisasi atau belum, ya diimunisasi saja lagi. Toh, tak ada bahayanya, malah jadi lebih safe.

6 Tanggapan

  1. Maaf..kalau saya pribadi bukan mau menolak imunisasi. Hanya saja saya pengen mencari alternatif yang lebih baik dari imunisasi yang konvensional. Alhamdulillah anak saya yang kedua sampai sekarang tidak mengalami sesuatu yang tidak diinginkan. Jadi imunisasi yang sekarang ada bukanlah satu-satunya….Salam kenal dari saya…blog ini bagus buat pengetahuan keluarga.

    • Vaksinasi/imunisasi adalah upaya pencegahan atau ikhtiar kita sebagai orang tua agar anak-anak kita kebal terhadap infeksi penyakit-penyakit yang berbahaya (difteri, TBC, tetanus, pertusis, hepatitis B, polio dan campak) bila bakteri/virus tersebut berada disekitar anak-anak kita.
      Program imunisasi yg telah dilaksanakan selama ini terbukti efektif mencegah penyakit-penyakit khusus tersebut, mungkin ada cara lain tetapi belum jelas jaminannya. Anak saudara sampai sehat-sehat saja mungkin karena kebetulan belum terpapar dengan kuman/virus penyakit diatas, semog dapat dimengerti

  2. Bukannya saya anti imunisasi tapi sya kok agak ragu mendengar berita2 yg ada..saya melihat anak2 yang imunisasi campak dan yang tidak imunisasi kok sama saja sakitnya??bahkan anak yg imunisasi terkena campak sampai berkali2?bahkan bulan lalu didaerah saya ada bayi yg diimunisasi setelah melahirkankan, sminggu kmudian meninggal dunia (saat lahir beratnya 3,8kg kmudian stelah disuntik berat badannya berangsur2 turun sampai meninggal dunia) saya jd takut untuk mengimunisasi bayi saya

  3. ayo di jawab dong,,,

    • sdr umul dan denna, sudah di jelaskan oleh bp suradi diatas.
      Untuk bp suradi , terima kasih atas penjelasannya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s