Penyebab Anak susah Makan

Serba-serbi penyebab anak susah makan
& tips praktis mengatasinya
(Ditulis bebas & dirangkum dari berbagai sumber oleh Luluk Lely Soraya I)

Problema sulit makan ini dialami anak di usia balita. Umumnya mulai ditemui pada usia anak 1-4 th. Banyak hal yang menyebabkan anak susah makan. Karena bagi anak, saat makan itu bukan hanya pemenuhan gizi tetapi juga saat penuh tantangan, rasa ingin tahu, berlatih, belajar, dsb.

Berikut sekilas bahasan penyebab anak susah makan & tips singkat mengatasinya :

1. Bosan dengan menu makan ataupun penyajian makanan.
Menu makan saat bayi (> 6 bl) yg itu-itu saja akan membuat anak bosan dan malas makan. Belum lagi cara penyajian makanan yg campur aduk antara lauk pauk spt makanan diblender jadi satu. Sama spt orang dewasa, kalau kita makan dg menu yg sama tiap hari dan disajikan dg campur aduk, pasti akan malas makan.

Begitu juga dg pengenalan makanan kasar.

Tips : Tentu saja variasikan menu makan anak. Jika perlu buat
menu makan anak min. selama 1 minggu utk mempermudah ibu mengatur variasi makanan. Jadi tergantung pinter-pinter-nya ibu memberikan makanan bervariasi. Spt kalau anak gak mau nasi, kan bisa diganti dg roti, makaroni, pasta, bakmi, dsb.

Penyajian makanan yg menarik juga penting sekali. Jangan campur adukkan makanan. Pisahkan nasi dg lauk pauknya. Hias dg aneka warna & bentuk. Jika perlu cetak makanan dg cetakan kue yg lucu.

2. Memakan cemilan padat kalori menjelang jam makan, sehingga
anak tidak merasa lapar. Seperti permen, minuman ringan, coklat, hingga snack ber-MSG, dsb. Akibatnya ketika jam makan tiba anak sudah kekenyangan.
Tips : Atur makanan selingan atau cemilan jauh sebelum waktu
makan tiba. Beri juga cemilan yang sehat spt potongan buah, sayur kukus, keju, yoghurt, es krim, cake buatan ibu, dsb.
3. Minum susu terlalu banyak
Susu di banyak keluarga dianggap sebagai makanan “dewa” yang bisa menggantikan makanan utama spt nasi, sayur & lauk pauknya. Orangtua cenderung kurang sabar memberikan makanan kasar. Atau orang tua sering takut anaknya kelaparan, sehingga makanan diganti dengan susu..Akhirnya, daripada perut si anak tidak kemasukan makanan, diberikan saja susu berlebihan. Padahal setelah anak berusia 1th, kehadiran susu dalam menu sehari-hari bukanlah hal wajib. Secara gizi, susu hanya untuk memenuhi kebutuhan kalsium dan fosfor saja. Kan kalsium dan fosfor ini dengan mudah kita dapatkan dalam ikan-ikanan, sayur & buah.
Tips : Kurangi susu ! Di atas usia 1 tahun kebutuhan susu hanya 2
gelas sehari. Mulailah melatih anak dg berbagai jenis makanan. Ubah pola pikir orangtua.
4. Terpengaruh kebiasaan orang tuanya.
Anak suka meniru apa yang dilakukan oleh anggota keluarga lainnya, terutama orang tuanya. Banyak perilaku yg dilakukan ortunya ygmempengaruhi perilaku makan anak. Mis. anak yang tumbuh dalam lingkungan keluarga yang malas makan (ex. diet), akan mengembangkan perilaku malas makan juga. Perilaku lainnya, sering kita jumpai orang tua masih menyuapi anak yang sudah kelas V SD. Akibatnya anak gak terlatih untuk bisa makan sendiri.

Perilaku makan yang kurang pas juga spt kebiasaan ortu ketika menenangkan anak yg sedang rewel dengan cara membelikan jajanan yang padat kalori (permen, minuman ringan, coklat, dsb.). Akibatnya anak kekenyangan & susah makan.

Tips :
Perhatikan & ubah kebiasaan & perilaku orang tua kapanpun, termasuk perilaku makan. Ingat, anak merekam, belajar & menerapkan semua hal yg ia dapat dari lingk sekitarnya, terutama ortunya. Biarkan anak mencoba memakan makanan sendiri sejak dini, tanpa disuapi. Gak perlu takut berantakan. Feeding is about learning.
5. Munculnya sikap negativistik è fase normal yg dilewati tiap anak.
Pada usia >2 th, anak sering “membangkang”/ tidak mau patuh. Saat makan tiba, anak terkadang bilang “gak mau”, makanannya suka dilepeh atau dilempar, dsb. Ini disebut sikap negativistik.

Sikap negativistik merupakan fase normal yg dilalui tiap anak usia balita. Sikap ini juga suatu bagian dari tahapan perkembangannya untuk menunjukkan keinginan untuk “independent”. Jadi batita umumnya ditandai dengan “AKU”, artinya segala sesuatunya harus berasal dari AKU bukan dari orang lain; intinya “power”.

Nah banyak ortu yg gak memahami hal ini, sehingga lantaran khawatir kecukupan gizi anak tidak terpenuhi, orang tua biasanya makin keras memaksa anaknya makan. Ada ortu yg mengancam anaknya bahkan memukul. Cara2 tsb harus dihindari.

Justru semakin anak pd usia ini dipaksa, justru akan makin melawan (sebagai wujud negativistiknya). Realisasinya apalagi kalau bukan penolakan terhadap makanan. Bisa dimaklumi kalau ada orang yang sampai dewasa emoh makan nasi atau sama sekali tak menyentuh daging. Bisa jadi sewaktu masih kecil yang bersangkutan sempat mengalami trauma akibat perlakuan orang tuanya yang selalu memberinya makan secara paksa.

Tips : Pahami kondisi anak dg baik. Jadilah ortu yg otoritatif. Artinya bersikap tidak memaksa, tetapi juga tidak membiarkan begitu saja. Bina komunikasi yg baik dg anak. Bersabarlah menghadapi anak. Kan rumah adalah “madrasah” pertama & utama bagi anak.

5. Anak sedang sakit / sedih
Anak tidak mau makan dapat juga disebabkan krn anak sedang sakit atau sedang sedih. Kalau semula anak terlihat aktif, riang dan “cerewet”, maka di kala sakit ia lebih suka diam dan terlihat malas-malasan.

Tips : Kembali pada konsep bina komunikasi yg baik. Jangan paksakan anak kalau gakmau makan. Beri makanan ringan yg padat kalori, spt makaroni skutel, dsb.

Yg jelas dan perlu diingat baik2 oleh tiap ortu adalah

Seberapapun anak gak mau / susah makan, ia tidak akan membiarkan dirinya kelaparan ! Selama mentalnya sehat.

Artinya, begitu ia kelaparan, maka ia akan makan.

Tetap kreatif mengolah & menyajikan makanan, bina komunikasi yg baik, terus belajar menjadi ortu & memahami kondisi anak, dan bersabar.

Diambil dari artikel :
· Majalah Intisari : “Anak Sulit Makan? Kurangi Susu! “.
· Kompas Media : “MENGENAL SELERA MAKAN ANAK” (http://www.kompas.com/wanita/news/0408/10/185144.htm)
· Artikel “Anak Makan Salah Ortu” (http://www.indomedia.com/intisari/1998/agustus/ogah.htm)
· Keepkidshealthy.com : “Feeding Your Toddler”
· British Columbia Ministry of children and families : “Feeding your toddler with love and good food”
· Keepkidshealthy.com : “Food Guide Pyramid”

7 Tanggapan

  1. tks artikelnya sangat membantu+menghibur saya,anak sy sdg ogah ma’em.sedih rasanya.smg bisa sabar.kdg2 sudah membaca byk teori merawat+mendidik anak.tp pas praktek sulit.izin link ya.salam kenal..-ummu sakii-

  2. duuuuh…. saya lagi bingung berat nih… anak saya 1 thn susaaaah makan…. hiks… malah belakangan ga mau susu botol lagi… gimana dooonk

  3. […] Bagi orang tua yang memiliki anak yang susah makan, salah satu cara untuk mengatasinya adalah dengan memberikan variasi makanan untuk anak. Karena salah satu penyebab anak susah makan adalah Bosan dengan menu makan ataupun penyajian makanan (dalam artikel sebelumnya “Penyebab Anak Susah Makan“) […]

  4. nih sering dong,aku mpunyai anak lelaki umur 5.6th sebelumnya mmg suka makan sampe badannya montok,eh tiba2 setiap[ ktemu kenalan di panggil gendut akhirnya mogok makan dah 3 hari gimana dong?>skrg dia sakit muntah melulu gimana dong?

  5. anak saya susah makan kira kira apa yg harus saya lkukan agar anak saya bisa nafsu makan ?

  6. vitamin apa yg bagus untuk nafsu makannya agar bertambah?

  7. Anak saya sangat aktif, namun sangat sulit untuk makan ataupun minum susu…saya bingung harus bagaimana. mungkin ada solusinya?trims

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s