Hargai, Kembangkan, dan Wujudkan Bakat Anak

Bakat anak. Setiap anak memiliki bakat sejak kecil, hanya terkadang kita sebagai orang tua kurang peka terhadap bakat yang dimilikinya. Apa bakat anak Anda? Menyanyi? Bermain sepak bola? Menulis puisi? Menggambar? Bila hingga saat ini Anda belum memiliki gambaran apa bakat anak anda, segera cari tahu. Mengenali bakat anak memang butuh kecermatan. Jangan juga bakat disamakan dengan pintar. Berbakat berarti memiliki potensi, sedangkan kepintaran didapat dari ketekunan mempelajari sesuatu. Dan hasilnyapun akan berbeda, ketekunan yang tidak dibekali bakat tentu hasilnya tidak sebaik jika ketekunan iti disertai dengan bakat. Sebaliknya juga jika bakat anak tidak didukung lingkungan, ia tak akan berkembang. bakat itu hanya akan terpendam.

Ada anak yang bakatnya terlihat jelas sehingga mudah dikenali. Namun, ada juga yang terlalu menonjol. Keduanya tentu membutuhkan perlakuan yang beda pada awalnya. Lantaran itu berikanlah kesempatan kepada anak untuk mencoba berbagai kegiatan yang bervariasi sehingga dapat menggali dan menemukan bakatnya.

Lakukan kerjasama dengan guru dan amati apa yang paling disukai anak. Anak-anak usia prasekolah bisa ditanya perihal minatnya. Kalau ia tak tahu, tawarkan pilihan kegiatan. Kemudian berikan kesempatan pada anak untuk mencobanya. Usahakan agar anak bisa bertahan dengan aktivitasnya tersebut tanpa beban. Alih-alih mengembangkan bakat, anak justru malah depresi.

Tentu hal ini tidak kita inginkan.

Mungkin anda punya pengalaman tentang bakat anak ini, silakan ceritakan pengalaman anda pada komentar. Mudah2an bisa menjadi masukan buat kita semua.

Baca juga:

Tinggalkan Balasan